Semarak HUT ke-23, PSMTI Kota Medan Gelar Berbagai Kegiatan Amal Sosial

  • Whatsapp
Ketua PSMTI Kota Medan Johan Tjongiran SH bersama jajaran berfoto bersama dengan para anak panti asuhan Yayasan Cahaya Natanaeil Indonesia saat menggelar kegiatan amal sosial guna menyemarakkan dan mengisi HUT ke-23 PSMTI.

Medan, rekatamedia.com.- Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Medan menggelar berbagai kegiatan amal sosial untuk meringankan beban masyarakat. Kegiatan amal sosial tersebut juga sebagai wujud kebermanfaatan PSMTI di tengah-tengah masyarakat yang kini telah berusia 23 tahun.

“Mengisi dan menyemarakkan HUT ke -23 PSMTI tahun ini, PSMTI Medan beserta jajaran PSMTI Kecamatan bekerja sama dengan PSMTI Sumut, kita terus berbuat dan menjadikan organisasi PSMTI sebagai wadah berhimpun masyarakat etnis Tionghoa yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara,” ujar Ketua PSMTI Kot a Medan, Johan Tjongiran, SH kepada sejumlah media, Selasa (28/09/2021) di Kantor PSMTI Medan.

Didampingi Sekretaris PSMTI Kota Medan, Samudera, Bendahara Liani, OKK Rudy Yap dan Bobby Lim, Ketua PSMTI Kota Medan, Johan Tjongiran SH mengungkapkan, salah satu kegiatan amal sosial yang digelar dalam mengisi ulang tahun PSMTI ke-23 adalah memberikan sembako ke berbagai panti asuhan. Ada empat panti asuhan yang dikunjungi, ungkapnya, yakni Panti Asuhan Meta Padma, Jalan Cilincing, Panti Asuhan Seindah Mentari Sumut Indonesia, Jalan Helvetia, Panti Asuhan Kasih Amal Bersama, Jalan Helvetia dan Panti Asuhan Cahaya Natanael Indonesia, Jalan Bilal Ujung.

Bantuan untuk masing-masing panti asuhan berupa beras 10 karung, mie instan 10 kardus, telur 4 papan, minyak goreng 6 liter, gula pasir 8 kg, pasta gigi, sabun mandi dan susu kental.

“Bukan hanya itu, dibantu PSMTI dari 18 kecamatan dan 2 kelurahan, kami juga membagikan sembako secara mandiri door to door ke warga prasejahtera, kaum duafa, para pengemudi becak, ojek online, pedagang asongan, penyapu jalan dan penjaja koran di jalanan,” ujar Johan Tjongiran.

Selain itu, lanjut Johan, pihaknya juga membagikan 1.000 nasi bungkus di beberapa persimpangan jalan. Kegiatan donor darah, vaksinasi Covid-19 kerja sama dengan RS Hermina, di Skyview Apartemen bekerja sama dengan Pemprov Sumut, PSMTI Sumut dan di STBA-PIA kerjasama PSMTI Sumut.

Kegiatan pemberian kursi roda

“Kita juga membantu Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumut dalam menyalurkan 20 kursi roda kepada warga kurang mampu,” jelasnya.

Johan menambahkan, dalam rangkaian yang sama, pihaknya juga menerbitkan beberapa rekomendasi beasiswa kepada mahasiswa yang kuliah ke Taiwan dan Tiongkok. Pihaknya juga membantu Anggota DPR RI Komisi X dr Sofyan Tan dalam menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan dermawan, terutama kepada Ketua PSMTI Sumatera Utara, Bapak Tongariodjo Angkasa yang sudah memberikan dukungan dan bantuan,” ucapnya.

Berdirinya PSMTI

Johan Tjongiran juga menceritakan berdirinya PSMTI. Dijelaskannya, PSMTI lahir pada 28 September 1998 pasca kerusuhan Mei 1998 silam. Organisasi PSMTI ini wadah bagi masyarakat etnis Tionghoa dari berbagai suku, “seperti KNPI sebagai wadah berkumpul organisasi kepemudaan,” ucapnya.

Dilanjutkannya, Kehadiran PSMTI ini diharapkan menjadi wadah yang kompeten untuk menampung dan menyalurkan aspirasi serta didialogkan dengan pemerintah, dewan perwakilan dan golongan masyarakat untuk menemukan akar masalah dan untuk diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

“Waktu itu, memang banyak organisasi Tionghoa berdasarkan suku, agama dan marga namun belum ada organisasi yang bisa merangkul suku Tionghoa secara keseluruhan dan menyampaikan aspirasi ke pemerintah. PSMTI ini hadir semacam induk organisasi walau tidak secara dejure,” ujarnya.

Dan hingga saat ini, sambungnya, PSMTI sudah ada di 31 provinsi di Indonesia. Diharapkan dapat terus maju dan berkembang karena PSMTI merupakan perpanjangan tangan dalam menciptakan kebersamaan orang Tionghoa di Indonesia.

“PSMTI diharapkan terus bersinergi dengan seluruh komponen bangsa dan masyarakat dalam mewujudkan negara yang aman, adil, makmur dan sejahtera,” ujar Johan Tjongiran.