IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi ke Bawah, IHSG Merana

  • Whatsapp
Pengamat ekonomi Gunawan Benyamin, SKom, MM (istimewa)

Medan - Pada perdagangan kemarin IHSG mengalami penguatan setelah Pemerintah menempatkan dana 30 T di Bank BUMN. Kemarin IHSG naik meskipun asing membukukan jual bersih dan indeks futures di AS mengalami penurunan. IHSG justru mampu menguat hingga 1.75%. Kenaikan tersebut terjadi disaat kondisi bursa global justru dalam tekanan.

Namun, IMF justru memberikan proyeksi yang berubah dan lebih rendah dari ekspektasi IMF bulan april sebelumnya. Untuk ekonomi Indonesia di tahun 2020 ini akan tumbuh minus 0.3%.

Baca Juga:

Artinya jika mengacu kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang dikuartal pertama sebesar 2.9%, maka kuartal kedua dan ketiga menurut hemat saya Indonesia berpeluang tumbuh negatif.

Sehingga, kata pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, sentimen pasar yang kemarin sempat mendapat dorongan dari kebijakan pemerintah, tidak akan menjadi sentimen positif bagi pasar.

Baca Juga: Mengejutkan, Harga Emas Turun

Sentimen penempatan dana tersebut terkikis dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dunia oleh IMF yang kian pesimis. Ditambah lagi masih ada sejumlah sentimen lain yang kerap mempengaruhi pasar, salah satunya adalah penambahan jumlah kasus positif corona yang kian bertambah.

Pada perdagangan pagi ini, IHSG dibuka melemah di level 4.942,65, dan sejauh ini IHSG mencoba mendekati level psikologis 4.900.

Baca Juga: Rupiah dan IHSG Diselimuti Sentiment Negatif

Sementara Rupiah diperdagangkan stabil dengan kecenderungan menguat di level 14.115 per US Dolar.

Sejumlah sentimen lain seperti AS yang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif impor barang barang dari Eropa juga berpeluang memicu kekuatiran baru di pasar keuangan.

 

IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi ke Bawah, IHSG Merana

Pos terkait