Medan- Senior KBPP Polri Dra Tarwiyah Hakim didampingi Sekretaris Resor Medan Dedy Tano, Bendahara Titiek Angriani, Wakil Benahara Suana serta Ketua Sektor Medan Kota Diah Sembiring dan Ketua Sektor Medan Area Aris Jambak menyatakan bahwa Turnamen SSB U-14 memperebutkan Piala KBPP Polri akan dibuat tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam rangka HUT KBPP Polri Ke - 18 tanggal 1 Maret tahun 2021, patut diapresiasi karena mampu mengembangkan bakat anak-anak remaja ke arah positif.
Hal tersebut ditegaskan Tarwiyah Hakim, Istri dari Prof Dr Muhammad Takari yang mendapat tepuk tangan gemuruh pada acara penutupan Turnamen SSB U-14 memperebutkan Piala KBPP Polri Resor Medan, Minggu sore 04/10 di lapangan bola Satrya Porta Jl. Aluminium Medan.
Dihadiri Kompol Adi Suwigno dari Ditbinmas Poldasu sebagai putra daerah yang berkampanye memakai masker ke masyarakat dan mantan-mantan pemain PSMS seperti Bambang Suwarno, Widya Husein, Abady Tarigan, Dody Arman dan lainnya Tarwiyah hakim minta kepada pelatih, manager dan pemain serta seluruh penonton untuk menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19, yaitu pakailah masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun.
Tegasnya tournamen U-14 kerjasama SSB Satrya Porta dengan KBPP Polri Resor Medan yang merupakan embrio untuk Turnamen SSB U-14 tahun 2021 pada HUT Ke-18 KBPP Polri juga menerapkan protokoler kesehatan.
Akhirnya Turnamen Piala KBPP Polri melalui sistem setengah kompetisi yang diikuti 16 SSB dan terbagi 4 group ini, menghasilkan pemenang juara 1 dari SSB Sampali melalui kapten kesebelasan Fazri setelah dibabak pertama pertandingan final mencetak gol 1 - 0 melawan SSB Kharisma yang dipimpin oleh Wasit Rusli dengan hakim garis Kendi dan Ardi.
Masing-masing juara pada Turnamen ini menerima Piala KBPP Polri Resor Medan, medali dan uang pembinaan, demikian juga dengan juara 2 yaitu SSB Kharisma, juara 3 SSB Mabar dan juara Harapan SSB Satrya Porta.
Penutupan Turnamen U-14 ini juga dilakukan pertandingan eksibisi antara mantan pemain PSMS melawan mantan pemain Satrya Porta usia 50-an dengan skor 0 - 0 sebagai upaya memberi contoh kepada anak-anak SSB dalam teknik bermain sepak bola. (rel/muhammad arifin)