Hadapi Covid; KBPP Polri Akan Kampanye Masker, Penyemprotan Disinfektan dan Buka Dapur Umur

  • Whatsapp
Pengurus KBPP Polri Medan foto bersama dengan Ketua DPW KBPP Polri Sumut, Drs Syaiful Syafri, MM di markas Jalan Kolam Medan.

Medan-Menghadapi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, KBPP Polri Resor Medan untuk minggu ke tiga akan kampanyekan pemakaian masker ke masyarakat, penyemprotan disinfektan dan membuka dapur umum di beberapa titik Kota Medan.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Resor KBPP Polri Medan Riswandi Husin didampingi wakil ketua Robert Rusdi, Defi Riadi, Heri Wibowo, Sekretaris Dedy Tano dan Bendahara Titik Anggraini di Sekretariatnya Jalan Kolam Medan Minggu (20/9).
Kegiatan kampanye pemakaian masker di Kota Medan merupakan yang ketiga, tegas Riswandi dan akan dibarengi dengan penyemprotan disinfektan serta membuka dapur umum. Karenanya rapat sore ini menghadirkan Ketua Ketua Sektor seperti Diah Sembiring dari Medan Kota, M. Nur Marpaung dari Sektor Percut Sei Tuan, Yusri Dalimunte dari Sektor Patumbak, Haris dari Sektor Medan Area dan Rusliani dari Sektor Helvetia dan sejumlah pengurus Resor seperti Suana, Ina Syakura, dan Rudianto Sibhara Percut Sei Tuan.

Ketua DPW KBPP Polri Sumut, Drs Syaiful Syafri, MM memberi support kepada pengurus KBPP Polri Medan

Beri Support

Drs Syaiful Syafri MM didampingi Dra. Tarwiyah Hakim, Hilmar Silalahi SH dan Drs Efendi Silalahi yang terus mensupport KBPP Polri menjelaskan, KBPP Polri harus tetap terdepan membantu orang tuanya ( Polri ) dalam meningkatkan disiplin masyarakat menerapkan protokoler kesehatan berupa pemakaian masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan di tengah Pandemi Covid 19.
mantan Kadis Sosial Sumut ini menambahkan, sampai saat ini secara nasional sebanyak 245 ribu jiwa sudah terpapar, dan 9.553 meninggal dunia. Sedangkan di Sumut yang terpapar mencapai 9.273 orang dan 394 orang meninggal dunia.
Jika masyarakat tidak disiplin dalam protokoler kesehatan maka pandemi Covid 19 akan terus berkepanjangan dan berdampak hancurnya pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbanyak pengangguran dan kemiskinan serta kehidupan sosial masyarakat terganggu. (rel/m.arifin)