Gunung Sinabung Kembali Erupsi Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 5.000 Meter

  • Whatsapp
Gumpalan asap akibat erupsi Gunung Sinabung tampak terlihat dari kejauhan. Foto: Istimewa

" data-medium-file="https://www.rekatamedia.com/wp-content/uploads/2020/08/Sinabung2-200x112.jpeg" data-large-file="https://www.rekatamedia.com/wp-content/uploads/2020/08/Sinabung2-600x350.jpeg"/>
Gumpalan asap akibat erupsi Gunung Sinabung tampak terlihat dari kejauhan. Foto: Istimewa

Rekatamedia.com, Karo – Pekan kedua Bulan Agustus 2020, dapur magma Gunung Sinabung kembali beraktifitas. Senin (10/8) sekitar pukul 10.16 WIB, Gunung Sinabung kembali erupsi dengan menghasilkan lontaran abu vulkanik setinggi 5.000 meter di atas puncak (7.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Badan Geologi, dan PVMBG, Armen Putra mengonfirmasi bahwa Sinabung kembali erupsi pada pukul 10.16 WIB. “Iya, kembali erupsi, tadi,” kata Armen, Senin (10/8).

Baca Juga:

Foto: Istimewa

Erupsi Sinabung kali ini merupakan untuk yang ketiga kalinya dalam kurun waktu 3 hari. Sebelumnya, Sabtu, 8 Agustus 2020, Sinabung erupsi mengeluarkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter sekitar pukul 01.58 WIB.

Abu vulkanik erupsi Sinabung tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Karo. Pada sore harinya, sekitar pukul 17.18 WIB Sinabung kembali erupsi dengan mengularkan abu vulkanik sejauh lebih kurang 1.000 meter.

“Hingga hari ini tingkat kegempaan Gunung Sinabung masih terus meningkat dan berpotensi kembali terjadi erupsi susulan. Status Gunung Sinabung masih Siaga Level III,” Armen menandaskan.

Dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Tingkat aktivitas G. Sinabung adalah Level III (Siaga) sejak 20 Mei 2019.

Sementara Saat ini G. Sinabung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

  1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
  2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
  3. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Sampai berita ini diinformasikan, erupsi Gunung Sinabung siang ini masih terus berlanjut. (*)

 

 

Pos terkait