Analisamedan.com - Setiap akademisi wajib melakukan penelitian. Meneliti merupakan salah satu dari tiga elemen tridharma perguruan tinggi yang yang tersulit. Tri Dharma Perguruan Tinggi itu terdiri atas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian yang merupakan elemen yang tersulit tersebut karena membutuhkan waktu, energi dan semangat yang tinggi dalam menyelesaikan penelitian.
“ Ini menjadi tantangan bagi akademisi terutama di Universitas Medan Area agar dapat membangun iklim akademisi,” ungkap Ketua LP2M UMA, Dr Ahmad Rafiki dalam Webinar Coaching Clinic Proposal Penelitian Bidang Sosial, Sabtu (13/06/2020).
Webinar tersebut diikuti ratusan dosen UMA itu membedah satu per satu proposal penelitian dari 42 proposal penelitian bidang sosial yang akan diajukan ke Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Dikti dengan narasumber Prof Dr Alesyanti MPd, MH. Kegiatan yang diinisiasi oleh LP2M UMA ini dibuka oleh Rektor UMA, Prof Dr Dadan Ramdan M.Eng M.Sc.
Lebih lanjut, Dr Ahmad Rafiki menyebutkan tujuan Webinar Coaching Clinic Proposal Penelitian DRPM Bidang Sosial bagi dosen bidang sosial di lingkungan UMA diantaranya untuk memotivasi para peneliti dosen UMA dalam meningkatkan proposal penelitian yang akan diajukan ke DRPM Dikti. Tidak itu saja, doktor yang aktif melakukan penelitian ini menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk melihat kelemahan dalam menyusun proposal penelitian, sehingga sesuai dengan proposal penelitian yang diinginkan DRPM Dikti.
Publikasi
Rektor UMA, Prof Dr Dadan Ramdan M.Eng M.Sc menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut, karena sangat membantu para dosen UMA dalam membuat proposal penelitian yang sesuai dengan DRPM Dikti. Apalagi narasumber Prof Dr Alesyanti MPd, MH yang merupakan lulusan UI (S2 S3) dan sejak tahun 2002 menjadi peneliti di DRPM Dikti di berbagai skim penelitian.
Rektor UMA juga mengingatkan para peneliti dosen UMA untuk memiliki target utama luarannya adalah publikasi. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal merupakan syarat utama dalam memperoleh bantuan dari DRPM Dikti.
“Karena itu buat proposal penelitian yang merujuk kepada DRPM. Dan dalam menulis proposal penelitian harus memiliki idea baru, 100 persen ikut paduan DRPM dan yang terpenting dalam penelitian dijadikan peta jalan, sehingga fokus antara satu penelitian dengan penelitian yang lain, bidang kajiannya tetap,” ujar Prof Dadan Ramdan’
Rektor menambahkan dosen wajib menjadi professor karena itu harus fokus meneliti dan menulis.
Kelemahan
Prof Dr Alesyanti MPd, MH sebelum membedah satu per satu proposal penelitian para dosen bidang sosial UMA menegaskan masih banyak kelemahan dalam membuat proposal penelitian.
Secara umum kelemahan itu, ungkap Dosen UMSU ini adalah judul penelitian tidak fokus, penempatan kata atau diksi belum pas. Judul bagus tapi uraiannya tidak bagus “Sinopsis kata harus paham, dan buatlah bahasa yang general yang mudah dipahami oleh reviewer. Karena reviewer tidak semua sama dalam satu bidang ilmu,” ujar Prof Alesyanti.
Selain itu, dalam proposal, bahasan yang dipaparkan sangat umum sehingga kesannya seperti makalah. Harusnya bahasannya fokus dan jumlah kata harus sesuai dengan yang ditentukan DRPM Dikti. Peta jalan atau road map penelitian belum tertata, seharusnya tidak boleh keluar dari keilmuan dosen sehingga penelitian dahulu, sekarang dan mendatang sejalan dan berhubungan. (twh)